Never Ending Upgrading

here is a place to express what i feel and share what i think
Posts I Like
Who I Follow

Setelah menjalani aktivitas cukup padat hari ini, dan betapa saya menyukai ketika sedang banyak kegiatan. Teringat adanya saat-saat luang bahkan terlalu luang yang bukannya senang malah bikin bingung mau ngapain. Mungkin itu sebab banyak pengangguran yang jadi kriminal, mereka mencari kegiatan. Hampir gila rasanya bengong dikosan seharian, bahkan aktivitas nonton yang harusnya menyenangkan jadi membuat bosan.

Soal rumput tetangga, yang selalu terlihat lebih hijau dari rumput dihalaman sendiri. Sebelum menulis terlalu banyak mari samakan persepsi bahwa rumput yang kita bicarakan ini bermakna kiasan yang berarti prestasi, kesuksesan, kekayaan, kemakmuran, kebahagiaan dan hal-hal positif/ hebat lainnya yang dimiliki oleh tetangga (teman, tetangga, saudara, rival). Saya ini termasuk tipe pemerhati rumput tetangga. Sejak dulu hingga sekitar SMA, waktu itu mulai ada pikiran kenapa gue selalu pengen punya rumput sehijau tetangga ya? sepertinya pekaranganku terlalu tandus untuk berumput sehijau itu.

Pikiran-pikiran penuh tanya itu juga yang mungkin juga membawa saya “nekat” mendaftarkan diri ke sebuah institusi di kota Bandung, sebut saja ITB. kenapa disebut nekat? karena kampus ini adalah pilihan pertama dan satu-satunya, berani berspekulasi bahwa saya harus kuliah disini (negeri) atau gak akan pernah kuliah sama sekali. Alhamdullillah, rejeki saya ada disini. Dan Alhamdulillah, kini saya telah menyelesaikan studi. Kegiatan saya sekarang berkutat di dunia bisnis, gawean bareng temen-temen sekampus. Tidak terlalu istimewa sebenarnya, tapi passion membuat aktivitas yang dilakukan menjadi menyenangkan.

Soal rumput tetangga, yang selalu terlihat lebih hijau dari rumput dihalaman sendiri.  Perlu 4 tahun untuk membuat ku mengerti bahwa rumput tetangga hijau bukanlah selalu pertanda buruk. Justru hal itu harusnya membuat kita bersyukur, dengan hijaunya rumput tetangga membuat kita berpikir bagaimana agar rumput dihalaman kita juga bisa hijau, bahkan lebih baik. 

Soal hebatnya orang-orang disekitar kita sampai-sampai iri dan sakit hati kita dibuatnya. Kita terlalu sering melihat kesuksesan orang namun tidak mencari tahu bagaimana cara mereka sukses. Ibarat melihat rumput hijau tetangga, tapi kita tidak pernah bertanya bagaimana cara merawatnya. Dan rumput itu adalah hasil dari perawatan tanah juga. Bagaimana diri kita bisa sukses jika tanah pijakan untuk sukses pun belum kita buat?

Soal rumput tetangga, yang selalu terlihat lebih hijau dari rumput dihalaman sendiri. Tetaplah melihat pekarangan tetangga, dan jadikan rasa iri itu sebagai motivasi untuk membangun diri.

  1. callmechrysant said: hahaha.. same here ;-)
  2. sisthumb posted this