Never Ending Upgrading

here is a place to express what i feel and share what i think
Recent Tweets @
Posts I Like
Who I Follow

wildeles:

Baby elephant drinking. When they are this young, they don’t yet know how to use their trunks to drink water.

kalo kita gak punya ilmu, mungkin kita akan buru-buru mengangkat bayi gajah ini ke darat takut mati karena tenggelam (hidungnya), eh padahal doi cuma minum hehe

(via monstereatsdesign)

Sendawa adalah proses mengeluarkan gas dari dalam perut, terjadi akibat gas yang terperangkap di antara saluran pencernaan atas dan bawah. Gas yang berlebihan ini harus dikeluarkan supaya perut kembali nyaman (dr Grace. 2013)

Sendawa adalah hal yang normal. Namun bila terlalu sering, perhatikan pola konsumsi sehari-hari. Ketidakseimbangan pola makan dapat menyebabkan gangguan dalam sistem pencernaan. Konsumsi daging yang lebih tinggi dibandingkan sayur. Daging membutuhkan usaha lebih enzim pencernaan seperti amilase, protease, dan lipase untuk mengolahnya. Hal ini tidak selalu bisa dipenuhi sistem pencernaan. Kurangnya enzim pencernaan inilah yang kemudian memicu sendawa. (http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/11/terlalu-banyak-sendawa-ternyata-tidak-baik-untuk-tubuh)

Sehari-hari ketika mendengar orang sendawa akan selalu dikaitkan dengan pencernaan, kalau dulu biasanya terjadi selepas makan. Semakin kesini, sendawa semakin populer rupaya. Berkembang untuk mengindikasikan adanya gangguan pencernaan, biasanya kalau bukan masuk angin yaa maag. Sampai ada suatu produk minuman kesehatan yang khusus untuk mengeluarkan angin melalui sendawa. Dipertegas dengan suara “burp” yang jelas di akhir iklan tersebut.
Sendawa itu bisa dibuat-buat loh. Kalo terus dilakukan akhirnya menjadi cegukan. Pengalaman pribadi nih. Nah yang agak ndak enaknya, orang kadang sendawa dimana saja. Sudah dianggap seperti bernafas kali ya. Tanpa melihat tempat, aktivitas atau dengan siapa. Apa sudah lupa kali ya, kalau sendawa itu sesuatu yang memalukan karena dianggap tidak sopan. Maka dari itu, sangat wajar ketika di tempat umum kita sendawa, ibu akan menegur kita. Yup, jadi apa memang pencernaan kita segitu gak beresnya sampai sendawa melulu. Dulu pernah si main-main dengan sendawa, karena bisa dibuat-buat itu. Lama-lama jadi terbiasa gitu, rasa gak enak kalo gak di-sendawa-kan. Tapi jadi sadar ketika mendengar orang lain yang melakukannya. Bahwa itu bukan hal yang menyenangkan, justru mengganggu. Maka itu saya jadi mikir, sendawa kini apa masih merupakan tanda kekacauan pencernaan ataukah sebenarnya hanya kebiasaan (habit) aja? 
 
There was someone who always said this to me
Don’t cry all the time.
If you keep doing it
It will become habit
Don’t lie
If you keep doing it
It will become a habit
(saya mau melanjutkan quotes Moon Jae Shin diatas)
Don’t always let your self burping
If you keep doing it
It will become habit

..dan sudah lumayan lama saya menjadi orang yang sebisa mungkin ga burping, apalagi saat tidak sendiri, apalagi mode loud speaker.. he he 

Behind every great man, there is a mother!

source : The Muslim Show

(via ridhobrilliant)

taufiqsuryo:

patchowl:

"Free!" Anime Real-Life Location

Source: |

niat bener buatnya… :)

both awesome

cineraria:

Drivers to Get Extra Lane During Rush - YouTube

kereee~n!!! ada resleting di tengah jalaaaan!!

(via monstereatsdesign)

Rasanya menyebalkan, mendengarkan keluhan dari orang-orang yang sebenarnya tidak kekurangan. Selalu melihat orang-orang sukses, yang punya penghasilan lebih, pekerjaan bergengsi, mempertanyakan diri sendiri kenapa tak seberuntung mereka.

Rasanya menyebalkan, mendengarkan keluhan dari orang-orang yang sebenarnya tidak kekurangan. Mereka bukan orang-orang yang kekurangan atau hidup dalam garis kemiskinan. Bahkan bagi sebagian orang, mereka lebih beruntung karena tidak kekurangan secara finansial dan masih bisa pergi bersenang-senang. Mereka mungkin orang-orang yang kebingungan akan peran dirinya dalam kehidupan ini. Kemampuan diri pun tak kenal sehingga tak tahu apa yang bisa dia lakukan. So, berkenalanlah dengan diri sendiri. Asah potensinya, akui kekurangannya, temukan passion-nya!

Hendaknya kita melihat orang-orang sukses, jangan hanya keadaan sukses dan enaknya saja. Tapi kita juga harus mempelajari kisah dibalik kesuksesan dari orang-orang ini. Betapa banyak kegagalan, bagaimana perjuangannya dalam belajar, semangatnya menghadapi tantangan, dan kekuatannya untuk terus bangkit tiap kali mengalami kegagalan.

Kesuksesan sejati hanya layak didapatkan oleh orang-orang yang bekerja keras, super keras, ekstra keras, mau belajar dan pantang menyerah.

Rasanya menyebalkan, mendengarkan keluhan dari orang-orang yang sebenarnya tidak kekurangan. Mereka tidak kekurangan, hanya perlu lebih banyak bersyukur. 

Dari judulnya kayak lagi nulis diary ya. Katakanlah sedang iseng.
Sebenarnya mau berbagi ilmu yang ku dapat secara luar biasa pada hari ini. namun karena ceritanya mengenai sejarah yang harus disampaikan dengan benar maka butuh referensi dan niat yang lebih khusus untuk memulainya.
Yang jelas hari ini saya kembali disadarkan bahwa untuk menjadi lebih baik itu terkadang dan memang biasanya tidak bisa dilakukan sendirian. Kita butuh guru untuk mengajarkan ilmu-ilmu. Kehadiran teman yang bisa membuat lebih bersemangat, sekaligus pengingat kalau kita sedang lupa atau malas hehe..
Maka bertemanlah dengan siapa saja, namun bersahabatlah hanya dengan orang-orang beriman dan beramal shalih.

Secara bahasa (nafkah) artinya sesuatu yang dibelanjakan sehingga habis tidak tersisa.
Sedangkan secara istilah syari’at artinya:
" Mencukupi kebutuhan siapapun yang ditanggungnya, baik berupa makanan, minuman pakaian, atau tempat tinggal

"Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah" 
(H.R. Bukhari)

“Sebaik-baik nafkah adalah nafkah pekerja yang halal.” 
(HR. Ahmad)

“Sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang Mukmin dan berusaha”. 
(H.R. Thabrani dan Baihaqi dari lbnu ‘Umar)

Rasulullah SAW juga bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta‘ala suka melihat hamba-Nya bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal”. 
(H.R. Dailami).

“Sesungguhnya seseorang di antara kamu yang berpagi-pagi dalam mencari rejeki, memikul kayu kemudian bersedekah sebagian darinya dan mencukupkan diri dari (meminta-minta)­ kepada orang lain, adalah lebih baik ketimbang meminta-minta kepada seseorang, yang mungkin diberi atau ditolak.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

”Berpagi-pagila­h dalam mencari rejeki dan kebutuhan, karena pagi hari itu penuh dengan berkah dan keberhasilan.” 
(HR. Thabrani dan Barra’)

Nasihatku untuk setiap muslim, jangan jadikan hari-harimu berlalu tanpa membaca al Quran atau mendengarnya, walaupun satu halaman saja.

Boleh jadi Allah memberimu rahmat-Nya karena amalanmu itu.

~Dr. Shalah Budair~

Jodoh itu ada unsur qadar (hukum alam, misal bahwa lelaki itu suka wanita, atau lelaki itu suka wanita yang lebih cantik), qadha (bahwa kita tidak bisa menentukan, siapa saja wanita yang akan tampak di horizon pengamatan kita), ikhtiyar (bahwa kita harus memilih satu dari wanita itu untuk dilamar), qadha (bahwa wanita yang dilamar itu bisa menerima atau menolak). 
Demikian juga sebaliknya untuk si wanitanya, qadar (bahwa dia lebih suka lelaki yang punya kelebihan), qadha (bahwa dia tidak bisa menentukan siapa lelaki yang datang melamarnya), ikhtiyar (bahwa tanggungjawab dia memilih siapa lamaran yang akan diterimanya), qadha lagi (bahwa yang ditolak itu mungkin ngambek atau biasa-biasa saja, dan yang diterima mungkin jadi suami seumur hidup, atau cerai di tengah jalan), dst.

Namun apapun yang terjadi, jangan menyesali qadha yang tidak kita sukai. Karena boleh jadi, apa yang tampak buruk bagi kita, itu sesungguhnya merupakan rencana yang sempurna dari Allah Yang Maha Bijaksana.

 

 

shared from Fahmi Amhar