here is a place to express what i feel and share what i think

mop cat, berkali-kali liat tetep aja gemess

mop cat, berkali-kali liat tetep aja gemess

(via fivehundredcats)

Source: ForGIFs.com

keberadaan kita memang utk memberi manfaat seluas2nya

keberadaan kita memang utk memberi manfaat seluas2nya

(via callmechrysant)

Source: leilockheart

ehehe.. MEow Mix

ehehe.. MEow Mix

(via fivehundredcats)

Source: carbonite-sickness

really REAL EXAM
islamic-quotes:

Prepare for you Final Exam!! Read Quran
Submitted by mehwish Naz 

really REAL EXAM

islamic-quotes:

Prepare for you Final Exam!! Read Quran

Submitted by mehwish Naz 

Source: islamic-quotes

kita bisa mati kapan saja, tinggal tunggu giliran

kita bisa mati kapan saja, tinggal tunggu giliran

(via islamic-quotes)

Source: backondeen1

dibayar berapa kamu nak, disuruh berpose gitu XD

dibayar berapa kamu nak, disuruh berpose gitu XD

(via fivehundredcats)

Source: theumbrellaofglass

tashikani.. definitely right
our real life is the most beautifull story, good and bad time are happen in reallityso we have a real smile, and real tears

tashikani.. definitely right

our real life is the most beautifull story, good and bad time are happen in reallity
so we have a real smile, and real tears

(via callmechrysant)

Source: guidedhearts

Text

Semoga pada tahu ya kalo ada penyanyi pria Indonesia bernama Marcel yang menyanyikan lagu berjudul “Firasat”. Kalo pada ga tahu pastilah jadi garing tuh judul. Asiknya punya bahan untuk menulis, berbagi cerita kepada orang-orang yang baca yang semoga ada faedahnya. Apa yang akan kalian baca kali ini adalah sebuah cerita pengalaman dari kawan saya, seorang Desainer Interior dan kita akan bahas tentang firasatnya.

Sebut saja namanya Tama, hampir setahun lulus dari jurusan Desain Interior. Walaupun terbilang baru lulus, tapi kemampuan dan ide-ide nya tidak perlu diragukan lagi. Yup sejak kuliah dia rajin memboyong gelar juara. Hmm dasar Jenius! haha :D. Dan setelah lulusnya tidak perlulah dia menganggur karena satu persatu klien datang meminta jasanya. Relasi dan Kompetisi membuat nama dan karyanya dengan cepat menyebar.
Beberapa pekan terakhir, Tama dirundung rasa malas-emosi-gak semangat mengerjakan sebuah proyek. Tidak biasanya, dan sepertinya cuma proyek itu saja yang membuatnya sebal. Segala request dari klien itu pun ditanggapi dengan lamban dan ogah-ogahan. Kalau kumat emosinya si Tama ini hyperaktif sekali -lebih hyper daripada mart- bisa berguling2 dilantai, menggigit barang disekitar hingga melempar handphone (beuuh orang kaya~). Teman-temannya si udah biasa dengan tingkah ini jadi dibiarkan saja haha..
Oke beberapa waktu pun telah berlalu, hampir tak pernah lagi Tama curhat atau membahas proyek itu. Sampai akhirnya kemarin dia bercerita, menemukan satu fakta yang membuatnya mantap untuk akhirnya menolak keras proyek itu. Berdasarkan sumber dari rekan Desainer Interior nya yang lain, bahwa proyek yang sedang ditangani Tama itu adalah proyek pembuatan tempat rileks “plusplus”. Wah betapa terkejutnya semua yang mendengar. Dan semuanya juga bersyukur bahwa ternyata proyek itu baru dikerjakan sedikit dan belum ada uang apapun yang masuk. Tama pun lega karena rasa malas yang hinggap selama ini pun menyebabkan dirinya belum membuat kontrak kerja resmi dengan klien tersebut, meskipun fee yang ditawarkan bernilai tinggi. Syukurlah. syukurlah.. Tak terbayang rasanya jika diri menjadi salah satu pihak yang secara tak langsung mendukung terciptanya fasilitas maksiat. Setelah kasus ini, Tama belajar banyak hal, salah satunya adalah sebelum taken contract harus dipastikan lebih dulu tentang kejelasan fungsi tempat yang akan dibangun.

Cerita ini berkali-kali membuat saya berucap syukur. Syukurlah Tama adalah seorang muslim yang baik, dan Allah melindunginya dari proyek jahat. Walaupun penolakan Tama tidak berarti kegagalan pembuatan tempat rileks plusplus itu ataupun klien itu menemukan desainer lain yang lebih capable, tetapi setidaknya Tama secara tidak langsung telah menghambat pembuatan tempat maksiat itu.

Text

Sejujurnya aku baru mengerti istilah ini beberapa pekan belakangan. Kupikir salah tulis ternyata tidak, justru akulah yang terlambat mengetahuinya. Baiklah untuk siapapun terutama buat yang belum tahu, atau bahkan baru pertama kali denger aku akan sedikit share. Apa itu Poligini?
Poligini itu bisa disebut berkebalikan dengan Poliandri. Yang keduanya berada dalam 1 tema yaitu Poligami (ta’adud). Nah loh, kalo soal Poligami pasti udah pada tahu kan?! Yup, tahu tapi belum tentu mengerti. Dalam antropoligi sosial poligami berarti pernikahan dengan lebih dari 1 pasangan; ada istri dengan banyak suami (Poliandri) dan ada suami beristri banyak (Poligini). Wah ternyata istri juga bisa punya suami banyak. Haha iya memang bisa, tetapi dalam hidup ini tidak semua yang bisa itu hal yang boleh. Semua ada aturannya, dalam pedoman hidup yang gak kenal kadaluarsa yaitu Al Qur’an dan Sunnah. Dalam syariat yang diperbolehkan hanya Poligini, yaitu suami beristri lebih dari 1 dengan jumlah maksimal 4 orang.

Poligini secara syariat diperbolehkan, sehingga sebenarnya seorang muslimah yang mengerti tidak seharusnya ikut terbawa arus gelombang massa yang nyaring menolak poligami (poligini) dengan alasan merasa cintanya dibagi-bagi.. aah.. siapa sih manusia yang bisa adil soal hati? Bahkan manusia paling suci, Rasulullah saw. pun tak bisa menjamin. “Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil antara isteri-isterimu sekalipun kamu sangat berkeinginan, oleh karena itu janganlah kamu terlalu condong.” (an-Nisa’: 129). Semoga pun jika muslimah menolak karena alasan yang baik dan benar, bukan suatu bentuk penolakan terhadap syariat.

Poligini, kendati secara syariat diperbolehkan namun menunaikannya tidak mudah. Banyak aspek yang seharusnya menjadi perhatian, karena hal ini bukan hanya menjadi keputusan dari suami dan istri namun juga dengan pertimbangan dampaknya pada lingkungan.
Ada kalanya seorang istri rela dimadu, namun ibu dan saudara-saudaranya tidak rela sehingga memicu masalah keluarga. Ada kalanya seorang ibu rela dimadu, namun anak-anaknya tidak siap dengan akan hadirnya sosok ibu baru dalam rumah. Ada kalanya seorang istri dan keluarganya menerima, namun ternyata masyarakat dalam lingkungan tinggalnya belum bisa menerima dalam 1 keluarga ada lebih dari 1 istri. Dan banyak pertimbangan eksternal lainnya. Semuanya bisa dilakukan tentunya dengan pencerdasan lingkungan untuk menghindari prasangka negatif, karena setiap perilaku seorang muslim hakikatnya adalah dakwah mereka.

Oke, sedikit ulasan tentang 1 topik yang akan selalu hangat. Setelah membaca sedikit ulasan diatas mungkin kita jadi bertanya-tanya, kenapa ya kok Poligini disyariatkan? Kok Poliandri enggak? Kenapa ya, hmm.. kenapa? ^^

Text

Hasil obrolan dengan teman-teman hari ini, lepas menunaikan sholat ashar di masjid kampus. Mereka adalah orang-orang hebat dan kusadari aku tak ada apa-apanya dengan mereka. Biasanya saya tak cukup punya bahan obrolan, mungkin karena berbeda bidang. Tapi hari ini obrolan begitu mengasyikan, bahwa ternyata dengan berbeda bidang justru membuat obrolan menjadi kaya ilmu. 

Berawal dari saya yang diberi tanggung jawab menangani barang dagangan untuk danus, obrolan berlanjut ke aktivitas yang aku geluti sekarang yaitu bisnis. Saya menawarkan kepada mereka alternatif produk untuk dijual yang ternyata -Alhamdulillah- usulan itu diterima. Selanjutnya tinggal follow up dari saya. Selesai, bahasan beralih ke bisnis rekan-rekan lain. Si A yang tadinya pengusaha bisnis X sekarang sudah berganti jadi bisnis Y. Kemudian sebuah usaha B yang kini entah dimana dan bagaimana kondisinya, padahal termasuk sukses mendapatkan pendanaan dari sebuah program untuk mahasiswa. Dan kalau dipikir-pikir masih banyak lagi yang seperti itu. Fenomena yang disayangkan.

Sebuah hal positif bahwa beberapa tahun terakhir baik dari Pemerintah hingga Swasta begitu mendorong tumbuh kembangnya semangat wirausaha -terutama mahasiswa yang dianggap punya ide-ide cemerlang-. Di sebuah program kemahasiswaan (di kampus saya), dimana ide-ide bisnis baru mendapat suntikan dana hibah adalah suatu hal positif. Dari 113 proposal yang didanai, yang mengikuti proses monitoring dan evaluasi menurun menjadi 107. Telah terjadi penurunan sejumlah 6, meskipun dibilang kecil namun tentu menjadi pertanyaan apa yang membuat 6 tim ini tidak mengikuti proses evaluasi.

Fenomena yang disayangkan. Beberapa bisnis potensial yang tadinya diinisiasi oleh teman-teman harus menjadi korban akibat ketidakjelasan komitmen dalam tim, tidak adanya regenerasi dan bisa jadi ada bidang lain yang lebih menarik untuk ditekuni. Salah satu hal juga yang seringkali dikatakan para pembicara, motivator atau tertulis dibuku-buku kiat sukses adalah perlunya FOKUS! Mahasiswa super aktivis pada umumnya senang sekali berkegiatan, bahkan luar biasa banyaknya. Bagus sih tetapi biasanya akan berakhir pada kejenuhan dan kesibukan tak terkontrol, seringkali manajemen waktu menjadi buruk dan menyerang kesehatan. Ini hasil pengamatan pada teman-teman aktivis saya, banyaknya terjadi pada laki-laki, entah mengapa.

Beberapa waktu lalu, seorang teman yang termasuk aktivis super melakukan evaluasi pada sejumlah kegiatannya. Dengan memilih beberapa yang paling penting baginya dan meninggalkan yang dirasa bisa ditinggalkan. Mengatur kembali skala prirotas, agar bisa memilih ketika ada jadwal yang bertabrakan. Hasilnya membawa perubahan yang cukup signifikan. Dia menjadi orang yang lebih bisa tepat waktu terutama saat membuat janji. Haha- saya sampai agak kewalahan.

Mungkin teman-teman pernah dengar ungkapan orang yang terlihat sibuk kesana-kemari itu belum tentu sungguh sibuk, bisa jadi itu karena manajemen waktunya yang buruk. Sebaliknya yang terlihat biasa saja, belum tentu tidak ada kerjaan, bisa manajemen waktu yang baiklah yang membuatnya waktunya efektif dan efisien.